Vaksinasi HPV Untuk Anak Anda

Vaksinasi HPV atau lebih dikenal dengan vaksinasi kanker serviks sangat disarankan untuk diberikan sejak usia 9-12 tahun, yaitu pada saat anak menginjak kelas 5 SD. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan sudah mencanangkan untuk menyediakan 75.000 vaksin kanker serviks ini untuk anak kelas 5 SD dan dilanjutkan dosis berikutnya di kelas 6 SD. Tetapi mungkin akan diutamakan dahulu untuk sekolah negeri.

Mengapa Diberikan Usia Dini?

Mengapa diberikan pada usia dini? Mengapa tidak diberikan 1 tahun sebelum menikah saja? Banyak yang sering menanyakan hal tersebut kepada kami. Alasannya adalah karena pada usia 9-12 tahun anak perempuan sudah mengalami menstruasi, artinya sudah aktif fungsi orang seksualnya. Di sisi lain lawan jenisnya, laki-laki, juga sudah mulai aktif fungsi orang seksualnya dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kontak seksual yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, apalagi jika di kemudian hari ada kemungkinan untuk berganti-ganti pasangan seksual.

Data dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyatakan 97% siswa SMP/SMA mengakses situs porno. Sungguh angka yang mencengangkan! Kebiasaan ini akan meningkatkan risiko terjadi hubungan seksual pada remaja diluar nikah.

Alasan yang kedua adalah semakin dini diberikan, semakin tinggi antibodi yang terbentuk. Antibodi yang terbentuk diharapkan bisa mencapai 97,3% – 100%. Persentase proteksi tertinggi yang dapat didapatkan dari vaksinasi. Vaksinasi terbaik diberikan sebelum terjadinya kontak seksual. Tetapi perlu diingat vaksinasi ini tidak mencegah penyakit menular seksual lainnya, hanya fokus mencegah kanker serviks dan kandungan pada wanita, serta kanker tenggorok, kanker mulut, dan kutil alat kelamin pada pria dan wanita.

(prostasia.id – gerry)

Video: antaraTV

Promo GO-POINTS

/

Flu Shot

/

Event Al Azhar

/