Categories: Artikel Kesehatan

Waspada Bahaya Difteri


Waspada Bahaya Difteri

Klinik Prostasia dan Prostasia Onsite – Waspada Bahaya Difteri di sekitar kita. Difteri adalah suatu penyakit yang ditandai dengan demam disertai adanya pseudomembran (selaput tipis) putih keabu-abuan di tenggorokan (laring, faring, tonsil) yang sulit lepas dan mudah berdarah. Pseudomembran dapat mengakibatkan kesulitan bernapas. Komplikasi dari penyakit difteri adalah toksin yang dapat masuk ke peredaran darah dan ke otot jantung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot jantung bahkan kematian.

Penyakit ini  dilaporkan muncul kembali tahun 2003 di Bangkalan, Jawa Timur. Hingga saat ini tercatat penyebaran kasus difteri di Indonesia pada periode 2016 hingga bulan Februari 2017 sebanyak 14 kasus dengan kematian 2 orang. Dari semua kasus, diketahui semua penderita tidak diimunisasi.

Tidak ada yang lebih efektif dalam mencegah difteri selain imunisasi. Imunisasi difteri merupakan bagian dari imunisasi DPT yang juga melindungi dari penyakit pertusis (batuk rejan) dan tetanus.

Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18-24 bulan dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster TD (imunisasi ulang Tetanus Difteri) tiap 10 tahun

Imunisasi dapat menyelamatkan nyawa. Segera daftarkan diri anda dan orang terkasih untuk program imunisasi DPT di klinik kami. (prostasia.id – agassi)


Ido Genesio