Vaksin Measles dan Rubella Sebelum Kehamilan

Halo sahabat sehat, tahukah kalian bahwa ada penyakit-penyakit yang penting kita sadari ketika kita ingin memiliki anak. Salah satunya ada penyakit Campak (Measles) dan Rubella (Campak Jerman)

Measles pada Kehamilan

Measles memiliki gejala ruam-ruam pada kulit, hidung berair, mata merah, dan bercak pada mulut. Jika anda tidak memiliki kekebalan terhadap Measles dan terinfeksi selama anda hamil, maka terdapat resiko seperti berikut:

  • Kematian pada janin
  • Resiko lahir prematur
  • Lahir dengan berat badan lahir rendah

Jika sedang hamil dan merasa terdapat kontak dengan penderita campak, maka anda dapat menghubungi dokter kandungan terdekat untuk konsultasi kehamilan anda. Oleh karena itu sebaiknya anda sudah melakukan vaksinasi Measles dan Rubella sebelum anda hamil.

Rubella (Campak Jerman) pada Kehamilan

Rubella berbeda dengan campak biasa meskipun sama-sama memiliki gejala berupa ruam kemerahan pada kulit, Rubella memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan Measles. Rubella ditularkan oleh virus melalui droplet atau air liur manusia. Virus ini dapat menyebar ketika batuk atau bersin. Rubella juga dapat menular dari ibu ke bayi melalui aliran darah plasenta.

Rubella pada wanita hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, berpotensi tinggi menyebabkan sindrom rubella kongenital seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, retardasi mental atau dapat kematian bayi dalam kandungan. Sedangkan campak biasa pada kehamilan tidak beresiko pada janin.

Cara paling efektif untuk mencegah Rubella ialah dengan vaksin, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Menurut penelitian, sebanyak 90% wanita yang mendapat vaksin akan terhindar dari Rubella. Selain vaksin, Rubella juga dapat dicegah dengan cara menghindari kontak langsung dengan air liur pasien (menggunakan masker, tidak menggunakan alat makan bersamaan), dan menjaga kebersihan diri.

Vaksin Measles Rubella

Vaksin Measles dan Rubella tidak boleh diberikan pada wanita hamil. Vaksin akan diberikan pada wanita yang merencanakan kehamilan. Sebelumnya akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat kekebalan tubuh terhadap virus Rubella.

Jika Anda sudah memiliki kekebalan terhadap Rubella, vaksin tidak perlu diberikan. Namun, jika belum memiliki kekebalan terhadap Rubella, dokter akan menganjurkan untuk menerima vaksin MMR. Setelah vaksin, Anda diharuskan menunggu minimal 4 minggu untuk program hamil.

Sumber: Meetdoctor dan NHS