Categories: Artikel Kesehatan

Kanker Serviks dan Pencegahannya

Sekilas Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Leher rahim sendiri adalah organ pada wanita yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal.

Klinik Prostasia memberikan anda layanan konsultasi dan vaksinasi Kanker Serviks. Kami memiliki Promo khusus. Silakan kontak kami via Whatsapp atau hubungi via Telepon 54217192

Apa penyebab kanker serviks/ leher rahim?

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. HPV merupakan flora normal dari tubuh manusia, namun dapat terjadi mutasi dan infeksi yang kemudian menyebabkan kanker. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Di dalam tubuh wanita, virus ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7. Kedua protein ini berbahaya karena bisa menonaktifkan gen-gen tertentu dalam tubuh wanita yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor.

Kedua protein ini juga memicu pertumbuhan sel-sel dinding rahim secara agresif. Pertumbuhan sel yang tidak wajar ini akhirnya menyebabkan perubahan gen (disebut juga sebagai mutasi gen). Mutasi gen inilah yang lantas menjadi penyebab kanker serviks berkembang dalam tubuh.

Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa bisa jadi penyebab kanker serviks. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Anda alami.

Dua turunan dari virus HPV (HPV 16 dan HPV 18) diketahui berperan dalam 70% dari kasus kanker serviks. Jenis infeksi HPV ini tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka memiliki infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi “tuan rumah” HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.

HPV dapat dengan mudah ditemukan melalui tes pap smear. Inilah mengapa tes pap smear sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Tes pap smear mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Jika Anda menangani perubahan sel tersebut, Anda dapat melindungi diri dari kanker leher rahim.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah kanker serviks terjadi pada Anda:

  • Berbicara dengan keluarga, teman-teman atau konselor dapat membantu. Anda juga dapat menanyakan dokter mengenai komunitas penyintas (survivor) dan pengidap kanker serviks.
  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan follow up dengan dokter setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar Anda dapat mendapatkan perawatan dengan tepat waktu.
  • Anda dapat mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi dari 4 jenis HPV 6, HPV 11, HPV 16, dan HPV 18, jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap stadium yang lebih serius, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan kemasan.

BAGAIMANA CARA PEMBERIAN VAKSIN KANKER SERVIKS?

Untuk wanita, saat ini di Indonesia pemberian vaksin kanker serviks disarankan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Vaksinasi ini mencegah infeksi virus HPV penyebab utama kanker serviks. Vaksin HPV diberikan sejak usia remaja, sebab bila pemberian vaksin diberikan saat sudah melakukan hubungan seksual, bisa saja sudah terjadi infeksi HPV.

  • Untuk usia 10-13 tahun, pemberian vaksin cukup membutuhkan 2 dosis. Pesan 1x Suntik
  • Sedangkan usia 16-18 tahun atau remaja akhir hingga dewasa, vaksin diberikan dalam 3 dosis. Dengan jarak 0,2,6 bulan antara masing-masing dosis penyuntikan. Pesan 3x Suntik

Dosis vaksin tersebut diyakini memberi perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin.

Tidak hanya wanita, pria pun dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV, karena virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan. Vaksin HPV direkomendasikan terutama pada pria berusia 26 tahun ke bawah, yang berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang memiliki gangguan imunitas. Info lebih lanjut.

APAKAH VAKSIN KANKER SERVIKS ADA EFEK SAMPINGNYA?

Ada, tapi efek samping vaksinasi HPV umumnya terjadi sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang sering dikeluhkan adalah bengkak, nyeri dan kemerahan di area suntikan, serta sakit kepala.

Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering ditemukan adalah demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki hingga munculnya ruam merah yang gatal. Ada pula efek sangat jarang terjadi yaitu terhambatnya saluran pernapasan dan kesulitan bernapas.

Meski terbilang sangat jarang terjadi, vaksin HPV juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau dikenal dengan alergi anafilaksis yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu sebaiknya vaksinasi dilakukan oleh tenaga medis. Info lebih lanjut.

Sumber: hellosehat.com



Ido Genesio