Vaksin Sebelum Umroh dan Haji

Semua peserta ibadah haji dan umroh wajib memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah memperoleh vaksin. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat untuk menunaikan Ibadah Haji juga penting.

Selain kesehatan tubuh yang prima, beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia membuat calon peserta Haji membutuhkan vaksinasi yang dapat mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. Terdapat vaksinasi wajib yang harus anda peroleh yaitu Meningitis dan terdapat vaksinasi lain yang dianjurkan yaitu Influenza dan Pneumonia

Vaksin Meningitis

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini berisiko tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama Arab Saudi, sebagai tempat umat muslim menunaikan Ibadah Haji dan Umroh.

Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi vaksinasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat vaksin meningitis menjadi syarat calon Haji untuk mendapatkan visa. Berikut ini adalah sejumlah ketentuan pemberian vaksin:

  • Meningitis adalah penyakit yang disebabkan bakteri kelompok A, C, W, dan Y. Maka, semua jamaah wajib menerima satu dosis vaksin kuadrivalen polisakarida atau vaksin ACWY135.
  • Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2-4 minggu sebelum keberangkatan, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari dua tahun sebelumnya.
  • Jika diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun, vaksin ini akan memberikan perlindungan dari meningitis selama lima tahun.
  • Untuk anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun. Namun pemberian pada balita usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya.
  • Vaksin jenis ini tidak dibolehkan untuk diberikan kepada bayi berusia kurang dari dua bulan.

Vaksin Influenza

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sering dijumpai saat atau setelah menunaikan ibadah haji/umrah dengan gejala batuk berkepanjangan. Berdasarkan laporan WHO sejak September 2012-September 2013, ditemukan 130 kasus konfirmasi MERSCoV dengan 58 kematian. MERS-CoV mulai berjangkit di Arab Saudi dan menyebar ke Eropa serta bisa pula ke negara lain.

Walaupun belum ditemukan kasus virus ini pada jamaah haji/umrah, termasuk TKI, ancaman virus ini perlu diwaspadai. Sayangnya, vaksin influenza belum menjadi vaksin wajib di Tanah Air. Vaksin flu hanya disarankan merujuk kondisi iklim dan kesehatan jamaah bersangkutan.

Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI FACP mengatakan, banyak masyarakat yang masih menolak vaksin dengan berbagai alasan. “Padahal, vaksin bisa mencegah penyakit mematikan, terbukti aman dan efektif memberikan kekebalan tubuh daripada yang didapat hanya dengan konsumsi makanan/minuman tertentu, vaksin amat bermanfaat, dan kalau vaksin dihentikan, kasus penyakit akan naik lagi. Itulah lima fakta tentang vaksin,” ungkap Prof Djauzi.

Ia menerangkan, banyak yang menyangsikan keefektifan vaksin karena masih bisa tertular influenza misalnya. Vaksin influenza baru efektif memberikan perlindungan pada dua minggu hingga satu bulan setelah vaksinasi dilakukan. Dengan begitu, kalau hari ini suntik ternyata besok kena flu, itu pertanda antibodi tubuh belum terbentuk.

Batuk pilek juga tidak hanya disebabkan virus influenza. Ahli memperkirakan ada sekitar 100-200 jenis virus yang menyebabkan keluhan serupa. Beberapa virus yang dapat menyebabkan selesma adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan MPV. Vaksin influenza hanya bekerja untuk melindungi tubuh dari empat strain virus influenza.

Keempat strain virus ini meliputi dua strain virus influenza, A yaitu H3N2 dan H1N1, serta dua strain virus influenza B, yaitu Victoria dan Yamagata. Individu yang sudah vaksinasi influenza masih mungkin mengalami batuk pilek biasa yang disebabkan beragam virus penyebab selesma. Virus ini pun dapat bermutasi sehingga disarankan setahun sekali untuk vaksin.

Vaksin Pneumonia

Penyakit yang umumnya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksin pneumonia disarankan bagi calon jamaah haji dengan kondisi sebagai berikut :

  • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak dan orang dewasa pengidap penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gangguan ginjal atau penyakit jantung.

Sumber: alodokter, hellosehat, depkes, inharmony

FAQ

1. Apakah Wajib Untuk Vaksin Meningitis Sebelum Haji atau Umroh?

Seluruh peserta haji dan umroh wajib memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah memperoleh vaksin meningitis. Selain melakukan vaksin, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ibadah ke tanah suci juga penting dilakukan.

Kesehatan tubuh yang prima dibutuhkan untuk beribadah haji atau umrah, karena beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia memungkinkan tersebarnya berbagai penyakit. Maka dari itu diperlukan vaksin untuk mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. Salah satu vaksinasi yang dilakukan sebelum ibadah haji dan umroh adalah suntik meningitis.

2. Kenapa harus suntik meningitis sebelum berangkat ke tanah suci?

Pada musim haji dan umroh, umat muslim dari seluruh penjuru datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah, termasuk negara-negara di Afrika yang merupakan tempat penyebaran penyakit meningitis. Hal ini diduga menjadi penyebab maraknya terjadinya kasus penyakit meningitis pada jemaah dan petugas yang melayani jemaah di Arab Saudi.

Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, adalah negara yang menjadi tempat berkembangnya penyakit meningitis meningokokus. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya penyakit meningitis meningokokus, setiap warga negara Indonesia yang ingin pergi ke Arab Saudi perlu melakukan vaksin meningtis.

Menurut Menteri Kesehatan, meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman untuk jamaah haji maupun umroh, karena pada saat melakukan ibadah tersebut, orang-orang yang berada di sana datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk negara-negara di mana meningitis masih marak, khususnya dari benua Afrika di daerah yang disebut sabuk meningitis.

Kasus meningitis pada jamaah haji Indonesia pernah terjadi pada tahun 1987, di mana saat itu terdapat 99 orang jamaah yang tertular meningitis dan 40 orang di antaranya meninggal dunia.

Pemberian suntik meningitis merupakan syarat mutlak bagi semua calon jemaah haji dan umrah yang akan memasuki kawasan Kerajaan Arab Saudi.

3. Apakah vaksin yang diberikan halal?

  1. Vaksin Meningitis
  2. Vaksin Influenza
  3. Vaksin Pneumonia

Vaksin Meningitis dan Influenza sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, prakualifikasi WHO, dan tidak bertentangan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk Vaksin Pneumonia sudah mendapatkan sertifikasi halal dari The Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA).

Jika anda ingin membaca lebih lanjut mengenai hal ini dapat menuju ke artikel ini.

1. Layanan apa saja yang ditawarkan Prostasia untuk Travel Umroh dan Haji

Kami menawarkan Imunisasi Meningitis yang wajib diberikan saat anda berencana Umroh atau haji. Terdapat layanan kami yang lain juga berupa Imunisasi Influenza dan juga pneumonia yang disarankan sebagai penunjang kesehatan anda di tanah suci.

2. Apakah Kartu Kuning yang disediakan Prostasia Asli?

Kami memiliki ijin resmi dari pemerintah sebagai provider swasta untuk memberikan vaksinasi kepada anda calon jemaah umroh dan haji.
Setelah mendapatkan layanan dan buku kuning dari kami, anda dapat mengecek dokumen secara online.

3. Apakah bisa untuk vaksin dirumah?

Kami menyediakan layanan vaksinasi dirumah hingga dapat memberikan langsung kartu kuning kepada anda.

4. Apa syarat yang harus saya penuhi?

Anda hanya perlu menyiapkan identitas lengkap anda dan passport.