Vaksin Umroh dan Haji

Vaksinasi Meningitis dan buku kuning resmi kini lebih dekat, lebih cepat tanpa antri (buka Sabtu dan Minggu), dan amanah di Prostasia

Semua peserta ibadah haji dan umroh wajib memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah memperoleh vaksin. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat untuk menunaikan Ibadah Haji juga penting.

Selain kesehatan tubuh yang prima, beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia membuat calon peserta Haji membutuhkan vaksinasi yang dapat mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. Terdapat vaksinasi wajib yang harus anda peroleh yaitu Meningitis dan terdapat vaksinasi lain yang dianjurkan yaitu Influenza dan Pneumonia

Prostasia memberikan kepada anda layanan untuk vaksinasi Umroh dan Haji resmi dari pemerintah dengan fasilitas kartu kuning asli. Kami melayani vaksinasi di klinik kami. Untuk mendaftar dapat anda lakukan di sini. Disamping itu kami juga melayani konsultasi kesehatan dengan dokter sebelum anda melakukan perjalanan.

Vaksin yang kami berikan merupakan vaksin asli, berasal dari distributor resmi diawasi oleh BPOM. Kami menggunakan vaksin yang sudah mendapatkan sertifikasi halal baik dari pemerintah Indonesia maupun dari luar negeri. Klinik kami sudah memiliki standar cold chain sehingga kualitas vaksin anda tetap terjaga. Didukung oleh tenaga medis dokter kami dengan senang hati akan melayani anda. Anda juga dapat mengecek keaslian dokumen anda di sini.

Penyakit yang Berkaitan dengan Ibadah Umroh Haji dan Pencegahannya

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai penyakit dan vaksin yang berhubungan dengan umroh:

Vaksin Meningitis

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini berisiko tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama Arab Saudi, sebagai tempat umat muslim menunaikan Ibadah Haji dan Umroh.

Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi vaksinasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat vaksin meningitis menjadi syarat calon Haji untuk mendapatkan visa. Berikut ini adalah sejumlah ketentuan pemberian vaksin:

  • Meningitis adalah penyakit yang disebabkan bakteri kelompok A, C, W, dan Y. Maka, semua jamaah wajib menerima satu dosis vaksin kuadrivalen polisakarida atau vaksin ACWY135.
  • Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2-4 minggu sebelum keberangkatan, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari dua tahun sebelumnya.
  • Jika diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun, vaksin ini akan memberikan perlindungan dari meningitis selama lima tahun.
  • Untuk anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun. Namun pemberian pada balita usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya.
  • Vaksin jenis ini tidak dibolehkan untuk diberikan kepada bayi berusia kurang dari dua bulan.

Vaksin Influenza

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sering dijumpai saat atau setelah menunaikan ibadah haji/umrah dengan gejala batuk berkepanjangan. Berdasarkan laporan WHO sejak September 2012-September 2013, ditemukan 130 kasus konfirmasi MERSCoV dengan 58 kematian. MERS-CoV mulai berjangkit di Arab Saudi dan menyebar ke Eropa serta bisa pula ke negara lain.

Walaupun belum ditemukan kasus virus ini pada jamaah haji/umrah, termasuk TKI, ancaman virus ini perlu diwaspadai. Sayangnya, vaksin influenza belum menjadi vaksin wajib di Tanah Air. Vaksin flu hanya disarankan merujuk kondisi iklim dan kesehatan jamaah bersangkutan.

Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI FACP mengatakan, banyak masyarakat yang masih menolak vaksin dengan berbagai alasan. “Padahal, vaksin bisa mencegah penyakit mematikan, terbukti aman dan efektif memberikan kekebalan tubuh daripada yang didapat hanya dengan konsumsi makanan/minuman tertentu, vaksin amat bermanfaat, dan kalau vaksin dihentikan, kasus penyakit akan naik lagi. Itulah lima fakta tentang vaksin,” ungkap Prof Djauzi.

Ia menerangkan, banyak yang menyangsikan keefektifan vaksin karena masih bisa tertular influenza misalnya. Vaksin influenza baru efektif memberikan perlindungan pada dua minggu hingga satu bulan setelah vaksinasi dilakukan. Dengan begitu, kalau hari ini suntik ternyata besok kena flu, itu pertanda antibodi tubuh belum terbentuk.

Batuk pilek juga tidak hanya disebabkan virus influenza. Ahli memperkirakan ada sekitar 100-200 jenis virus yang menyebabkan keluhan serupa. Beberapa virus yang dapat menyebabkan selesma adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan MPV. Vaksin influenza hanya bekerja untuk melindungi tubuh dari empat strain virus influenza.

Keempat strain virus ini meliputi dua strain virus influenza, A yaitu H3N2 dan H1N1, serta dua strain virus influenza B, yaitu Victoria dan Yamagata. Individu yang sudah vaksinasi influenza masih mungkin mengalami batuk pilek biasa yang disebabkan beragam virus penyebab selesma. Virus ini pun dapat bermutasi sehingga disarankan setahun sekali untuk vaksin.

Vaksin Pneumonia

Penyakit yang umumnya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksin pneumonia disarankan bagi calon jamaah haji dengan kondisi sebagai berikut :

  • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak dan orang dewasa pengidap penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gangguan ginjal atau penyakit jantung.

Sumber: alodokter, hellosehat, depkes, inharmony

FAQ