Kami melayani Vaksinasi Home Service di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi

Sesuai dengan keadaan pasien dan penyakitnya, makanan pasien dapat digolongkan menjadi makanan umum dan makanan khusus.
 
-Makanan umum adalah makanan yang mengandung cukup kalori dan zat-zat makanan untuk berbagai golongan sesuai dengan jenis kelamin, umur, dan aktivitas. Makanan ini dapat berupa makanan biasa, makanan lunak, makanan saring, makanan cair, dan makanan lewat pipa. Pemberiannya tergantung keadaan serta toleransi pasien terhadap makanan. 


-Makanan khusus adalah makanan yang mengandung atau tidak mengandung zat-zat makanan tertentu untuk penyakit tertentu atau untuk persiapan pemeriksaan tertentu. Yang termasuk makanan khusus, misalnya diet tinggi kalori tinggi protein, diet rendah kalori, diet rendah garam, makanan prabedah atau pascabedah, diet pada penyakit saluran cerna, diet pada penyakit hati dan kandung empedu, diet diabetes melitus, diet pada penyakit jantung dan pembuluh darah, diet pada penyakit ginjal dan saluran kemih, diet rendah purin, diet pada komplikasi kehamilan, serta diet untuk pemeriksaan.

Pemberian diet rendah kalori bertujuan menurunkan berat badan hingga normal.

-Diet Rendah Kalori

Pemberian diet rendah kalori bertujuan menurunkan berat badan hingga normal. Diet ini diindikasikan untuk kegemukan dan pada kebutuhan kalori menurun, seperti pada hipotiroid, istirahat di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama, serta usia lanjut.

Syarat diet ini, kalori dikurangi 500-1.000 kalori di bawah kebutuhan normal yang akan menyebabkan penurunan berat badan ½-1 kg/minggu. Pengurangan kalori dilakukan dengan pengurangan karbohidrat dan lemak. Jumlah protein normal atau sedikit di atas kebutuhan normal, yaitu 1-1½ g/kg BB, cukup vitamin dan mineral, serta tinggi serat untuk memberikan rasa kenyang. Pada diet 1.200 kalori, kandungan vitamin B kompleksnya rendah.

Dietetik merupakan salah satu syarat utama dalam penyembuhan suatu penyakit. Makanan yang memenuhi kebutuhan gizi dan termakan habis akan mempercepat perbaikan gizi pasien, sehingga kondisi umumnya dalam waktu singkat dapat dikembalikan ke taraf normal.

Syarat diet ini, kalori dikurangi 500-1.000 kalori di bawah kebutuhan normal (lampiran II) yang akan menyebabkan penurunan berat badan ½-1 kg/minggu. Pengurangan kalori dilakukan dengan pengurangan karbohidrat dan lemak. Jumlah protein normal atau sedikit di atas kebutuhan normal, yaitu 1-1½ g/kg BB, cukup vitamin dan mineral, serta tinggi serat untuk memberikan rasa kenyang. Pada diet 1.200 kalori, kandungan vitamin B kompleksnya rendah.

Dikenal 3 macam diet rendah kalori, yaitu diet rendah kalori I, II, dan III. Diet rendah kalori I mengandung 1.200 kalori, 59 g protein, 35 g lemak, 173 g karbohidrat. Diet rendah kalori II mengandung 1.500 kalori, 71 g protein, 48 g lemak, 206 g karbohidrat. Diet rendah kalori III mengandung 1.700 kalori, 75 g protein, 48 g lemak, 250 g karbohidrat.

-Diet Rendah Garam

Pemberian diet rendah garam bertujuan membantu menghilangkan retensi garam/air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Diet ini diindikasikan untuk pasien dengan edema dan/atau hipertensi, seperti pada gagal jantung, sirosis hepatis, penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial.

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Diberikan (Diet Rendah Garam)

Golongan Bahan Makanan

Makanan yang Boleh Diberikan

Makanan yang Tidak Boleh Diberikan

Sumber karbohidrat

beras, bulgur, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda, seperti : makaroni, mie, bihun, roti, biskuit, kue kering, dsb.

roti, biskuit, dan kue yang dimasak dengan garam dapur atau soda

Sumber protein hewani

daging dan ikan maksimum 100 g sehari; telur maksimum satu butir sehari; susu maksimum 200 g sehari

otak, ginjal, lidah, sardin, keju; daging, ikan, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti : daging asam, ham, bacon, dendeng, abon, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang, dsb.

Sumber protein nabati

semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam

semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya

Lemak

minyak, margarin tanpa garam, mentega tanpa garam

margarin dan mentega biasa

Sayuran

semua sayuran segar, sayuran yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoat, dan soda

sayuran yang diawet dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar, dsb.

Buah-buahan

semua buah-buahan segar; buah yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoat, dan soda

buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya

Bumbu

semua bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dan ikatan natrium lainnya

garam dapur, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu yang mengandung garam dapur, seperti : kecap, terasi, saus tomat, petis, tauco, dsb.

Minuman

teh, kopi, minuman botol ringan

coklat

Syarat diet ini adalah cukup kalori, protein, mineral, dan vitamin; jumlah natrium yang diperbolehkan disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam/air atau hipertensi; dan bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit.

-Makanan Prabedah

Diet ini bertujuan menyiapkan tubuh pasien agar berada dalam keadaan gizi sebaik mungkin. Syarat makanan pra-bedah, pasien dengan berat badan kurang dari normal, pasien dengan hipoproteinemia, anemia, dan hipertiroid diberi diet tinggi kalori tinggi protein; pasien dengan penyakit lain diberikan makanan sesuai dengan penyakitnya.

 

-Makanan Pascabedah

Tujuan pemberian makanan pasca bedah adalah mengusahakan agar keadaan pasien segera kembali seperti normal. Prinsip pemberian makanan, makanan diberikan secara bertahap, dimulai dari cair, saring lunak, dan biasa. Perpindahan makanan dari tahap ke tahap tergantung dari macam operasi dan keadaan pasien.

 

-Diet pada Penyakit Lambung

Tujuan diet pada penyakit lambung adalah memberikan makanan adekuat, tidak merangsang, dapat mengurangi cairan lambung, dan menetralkan kelebihan asam lambung. Syarat diet ini adalah mudah dicerna, porsi makanan kecil, dan diberikan sering; protein cukup  untuk mengganti jaringan yang rusak; serta makanan secara berangsur harus memenuhi kebutuhan gizi normal.

 

-Diet Rendah Sisa

Tujuan diet rendah sisa adalah memberikan makanan secukupnya yang sedikit mungkin merangsang alat pencernaan dan sedikit mungkin meninggalkan sisa. Makanan hendaknya mudah dicerna, tidak merangsang baik secara mekanis, termis, maupun kimia, dengan jalan menghindari makanan tinggi serat; menghindari makanan terlalu panas dan terlalu dingin; menghindari makanan tinggi lemak, terlalu manis, terlalu asam, dan terlalu berbumbu; serta memasak makanan hingga lunak.

 

-Diet Tinggi Serat

Diet tinggi serat bertujuan merangsang peristaltik usus agar defekasi dapat normal kembali. Diet ini diindikasikan untuk pasien obstipasi dan penyakit divertikular. Syarat diet ini adalah cukup kalori dan protein; tinggi vitamin, terutama tiamin, vitamin B kompleks, dan mineral untuk memelihara kekuatan otot saluran cerna; banyak cairan, 2-2½ liter sehari untuk memperlancar defekasi. Nilai gizi diet ini adalah 2.296 kalori, 83 g protein, 60 g lemak, dan 363 g karbohidrat. Minum sebelum makan dapat merangsang peristaltik; serta tinggi serat yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin, serta bahan makanan yang dapat merangsang peristaltik usus. 

 

-Diet Diabetes Melitus

Pemberian diet diabetes melitus (DM) bertujuan menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya agar pasien mencapai keadaan faali normal dan dapat melakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.

 

-Diet pada Penyakit Jantung

Tujuan pemberian diet ini adalah memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung, menurunkan berat badan bila pasien terlalu gemuk, dan mencegah menghilangkan penimbunan garam/air.

 

-Diet pada Hiperlipoproteinemia

Pada penyakit jantung iskemia umumnya terdapat kenaikan kadar lipid darah, seperti kolesterol dan trigliserida. Kedua lipid ini berada dalam plasma sebagai bagian dari 4 golongan lipoprotein, yaitu , pre-, , dan kilomikron. 

Diet pada hiperlipoproteinemia bertujuan menurunkan berat badan bila pasien terlalu gemuk dan mempertahankannya pada batas normal, serta menurunkan kadar lipid darah dan mempertahankannya pada batas normal.

 

-Diet pada Gagal Ginjal

Tujuan pemberian diet ini adalah memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan faal ginjal, menurunkan kadar ureum dan kreatinin darah, mencegah/mengurangi retensi garam/air dalam tubuh. Syaratnya ialah banyak protein disesuaikan dengan keadaan faal ginjal yang diketahui dari nilai uji penjernihan kreatinin (creatinine clearance test = CCT) atau laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate = GFR), protein dipilih yang bernilai biologi tinggi seperti pada susu, telur, dan daging; lemak terbatas, diutamakan penggunaan lemak tak jenuh ganda; natrium dibatasi pada gagal ginjal dengan hipertensi berat, hiperkalemia, edema, oliguria, atau anuria; kalsium dibatasi pada gagal ginjal glomerulus, bila jumlah urin kurang dari 400 ml/hari tetapi pada gagal ginjal tubular pembatasan K tidak diperlukan; kalori adekuat agar protein tubuh tidak dipecah untuk energi; jumlah cairan adalah jumlah urin maksimal sehari ditambah jumlah cairan yang keluar melalui keringat dan pernapasan (yaitu 500 ml/hari).

 

-Diet pada Sindrom Nefrotik (Tinggi Protein Rendah Garam)

Tujuan pemberian diet ini adalah memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan faal ginjal, mencegah/mengurangi retensi garam/air, mengganti protein yang keluar bersama urin. Syaratnya ialah tinggi protein dan rendah garam menurut beratnya retensi garam/air. Diet ini diberikan pada pasien sindrom nefrotik. Makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini tinggi kalori, tinggi protein, dan cukup zat gizi lain.

 

-Diet pada Batu Ginjal

Tujuan pemberian diet ini adalah membantu memperlambat pertumbuhan batu ginjal atau membantu mencegah pembentukan batu ginjal.

Diet rendah kalsium tinggi sisa asam diberikan pada pasien batu kalsium ginjal. Makanan ini cukup kalori, protein, besi, vitamin A, tiamin, dan vitamin C. Syaratnya ialah jumlah cairan 2.500 ml/hari dan rendah kalsium (untuk menurunkan kadar kalsium urin).

 

-Diet Rendah Purin

Tujuan pemberian diet ini adalah mengurangi pembentukan asam urat dan menurunkan berat badan bila pasien terlalu gemuk dan mempertahankannya dalam batas normal. Syaratnya ialah rendah purin, kadar purin makanan normal sehari dapat mencapai 600-1.000 mg.