Kami melayani Vaksinasi Home Service di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi

DPaT-Hib

Karena secara kebetulan jadwal imunisasi Hib dan DPaT bersamaan, pemberian vaksin ini secara kombinasi dipakai luas di dunia. Smith dkk. telah membuktikan bahwa pemberian vaksin kombinasi DPaT-Hib cukup aman, imunogenesitas baik, ditoleransi baik, tanpa meningkatkan risiko reaksi lokal atau sistematik dibandingkan dengan pemberian terpisah.

Meskipun kadar antibodi yang terbentuk sedikit lebih rendah dibandingkan pemberian terpisah, kadar tersebut cukup memberikan perlindungan terhadap infeksi. Vaksin ini dapat dipakai sebagai vaksinasi primer atau booster.

DPaT-IPV (Vaksin Polio Inaktif)

Pemberian vaksin DPaT-IPV secara kombinasi juga telah terbukti aman dan memberikan tingkat proteksi yang sama dengan pemberian vaksin secara terpisah. Vaksin kombinasi ini biasanya digunakan sebagai booster pada anak-anak berusia 4-6 tahun yang telah menerima vaksin jenis ini sebelumnya. Efek samping lokal dalam 4 hari setelah pemberian vaksin terjadi pada 75,1% penerima vaksin kombinasi dan pada 74,8% penerima vaksin terpisah.

Pemberian vaksin DPaT-IPV terhadap orang dewasa mendapatkan hasil aman dan imunogenik sehingga vaksin ini juga dianjurkan pada program imunisasi dewasa.

DPaT-HB (Hepatitis B) – dengan/tanpa – IPV/OPV (Vaksin Polio Oral)

Kombinasi vaksin DPaT dengan hepatitis B sudah dipakai di Eropa, sementara kombinasi DPaT-HB-IPV baru mulai dikembangkan. Pada penelitian di Amerika Serikat dan beberapa tempat lain, semua respons antibodi meningkat sesuai harapan, kecuali antibodi HB (hepatitis B) yang terlihat menurun bila dipakai secara kombinasi. Titer antibodi bila diberikan terpisah adalah 1.280 mIU/mL dan bila diberikan kombinasi akan turun hingga di bawah 1.000 mIU/mL meskipun 98% peneliti sepakat bahwa titer antibodi di atas 10 mIU/mL sudah memberikan efek proteksi.

Konsentrasi toksin tetanus yang tinggi akan memberikan efek negatif terhadap stabilitas imunogenesitas HBsAg dalam vaksin kombinasi. Melihat efek tersebut, sebuah vaksin kombinasi baru yang mengandung 30 Lf/mL toksin difteri, 5 Lf/mL toksin tetanus, 10 µg PN/mL pertusis aseluler, 24 µg/mL HBsAg, dan 500 µg Al/mLgel Al(OH)3 mulai dikembangkan. Vaksin ini terbukti memiliki toksisitas yang rendah dan imunogenesitas HBsAg tetap stabil.

DPaT-IPV (Vaksin Polio Inaktif)

Pemberian vaksin DPaT-IPV secara kombinasi juga telah terbukti aman dan memberikan tingkat proteksi yang sama dengan pemberian vaksin secara terpisah. Vaksin kombinasi ini biasanya digunakan sebagai booster pada anak-anak berusia 4-6 tahun yang telah menerima vaksin jenis ini sebelumnya.

Efek samping lokal dalam 4 hari setelah pemberian vaksin terjadi pada 75,1% penerima vaksin kombinasi dan pada 74,8% penerima vaksin terpisah. Pemberian vaksin DPaT-IPV terhadap orang dewasa mendapatkan hasil aman dan imunogenik sehingga vaksin ini juga dianjurkan pada program imunisasi dewasa.

DPaT-HB (Hepatitis B) – dengan/tanpa – IPV/OPV (Vaksin Polio Oral)

Kombinasi vaksin DPaT dengan hepatitis B sudah dipakai di Eropa, sementara kombinasi DPaT-HB-IPV baru mulai dikembangkan. Pada penelitian di Amerika Serikat dan beberapa tempat lain, semua respons antibodi meningkat sesuai harapan, kecuali antibodi HB (hepatitis B) yang terlihat menurun bila dipakai secara kombinasi. Titer antibodi bila diberikan terpisah adalah 1.280 mIU/mL dan bila diberikan kombinasi akan turun hingga di bawah 1.000 mIU/mL meskipun 98% peneliti sepakat bahwa titer antibodi di atas 10 mIU/mL sudah memberikan efek proteksi.

Konsentrasi toksin tetanus yang tinggi akan memberikan efek negatif terhadap stabilitas imunogenesitas HBsAg dalam vaksin kombinasi. Melihat efek tersebut, sebuah vaksin kombinasi baru yang mengandung 30 Lf/mL toksin difteri, 5 Lf/mL toksin tetanus, 10 µg PN/mL pertusis aseluler, 24 µg/mL HBsAg, dan 500 µg Al/mLgel Al(OH)3 mulai dikembangkan. Vaksin ini terbukti memiliki toksisitas yang rendah dan imunogenesitas HBsAg tetap stabil.